Arsip Tag: Santri

Perdana, Masjid Syakila al-Safwa Tempat Shalat Ied

Pertama kali sejak berdirinya, Masjid Syakila al-Safwa PPTQ al-imam Ashim menjadi tempat shalat idul Adha (Ahad, 11 Agustus, 2019), 1440 Hijriyah.

Sejak dini hari, Masjid lantai dua yang berlokasi pas di tengah-tengah pondok sudah dipenuhi jamaah yang terdiri dari santri, pembina PPTQ al-imam Ashim bersama keluarga, dan masyarakat sekitar.

Menarik, pertama, karena keberadaan santri yang tidak diliburkan pada hari raya idul Adha tahun ini. Kedua, seluruh santri hadir memeriahkan rangkaian Idul Adha sejak malam hari dengan takbir dan dengan pakaian/ jubah putih-putih.

Bertindak selaku khatib sekaligus imam shalat Ied, adalah pengasuh PPTQ al-imam Ashim, KH. Syam Amir Yunus al-Hafizh. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan cinta tanah air sebagai manifestasi dari buah keimanan sesorang. Dalam kisah Qabil dan Habil sebagai contoh kurban yg di sertai nafsu. Semoga santri tidak meniru karakter Qabil tapi meniru karakter Ismail as.

Sahur Bersama Puasa Sunnah 9 Zulhijjah di PPTQ al-Imam Ashim

Semua orang tua tentu mempunyai maksud agar anak generasinya menjadi anak yang saleh, tidak ada guru yang ingin anak muridnya menjadi tidak baik, tidak ada kyai yang ingin santrinya menjadi santri yang tidak alim. Proses yang ditempuh untuk mewujudkan dan mengusahakan niat yang baik itu beragam dan bagi anak atau santri terbilang susah.

Seperti halnya PPTQ al-Imam Ashim yang melatih para santri berpuasa termasuk puasa sunnah Arafah 9 Zulhijjah. Sebagai bentuk pembiasaan, santri diminta berpuasa pada hari itu dan melaksanakan sahur berjamaah pada malam harinya. Seluruh santri mengikuti sahur bersama duduk berdampingan satu sama lain meski masih berwajah ngantuk.

Dari sisi hukum syariah, anak yang belum baligh (dewasa) tidak ada kewajiban puasa apalagi puasa sunnah. Namun bagi orang tua dan guru hendaknya melatih mereka untuk berpuasa supaya kelak menjadi terbiasa melakukan puasa. Hal yang demikian ini telah berlaku di zaman Nabi Saw. Rubayyi’ binti Mu’awwidz berkata: Nabi Saw bersabda:

مَنْ كَانَ أَصبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِه فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ ذلِكَ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ، وَنَذْهَبَ إِلَى المَسْجِدِ فَنَجْعَلَ لَهُمُ اللَّعْبَةَ مِنَ العِهْنِ. فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُم مِنَ الطَّعَامِ، أَعْطَيْنَاهُ إِيَاهُ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

“Barangsiapa pada pagi hari-nya berpuasa, maka hendaklah menyempurnakan puasanya. Barangsiapa pada pagi hari-nya telah makan, maka hendaklah ia berpuasa pada sisa waktunya. Oleh karena itu, setelah kejadian itu kami berpuasa dan kami ajak anak-anak kecil kami ikut berpuasa dan kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan mereka mainan dari bulu. Jika di antara mereka itu ada yang menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya, sehingga sampailah waktu berbuka tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang ingin dibentuk oleh para pembina PPTQ al-Imam Ashim adalah menggapai keberkahan dalam karakter kebersamaan yang terwujud pada sahur dan puasa bersama tersebut, dan hal itu memerlukan pembiasaan.

Penghargaan PPTQ al-Imam Ashim Terhadap Santri Berprestasi

Sebagai wujud penghargaan dan motivasi terhadap santri Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim memberikan penghargaan terhadap santri berprestasi, baik berprestasi dalam bidang akademik, maupun prestasi juara pada lomba Hifzhil Quran tingkat Provinsi maupun Tingkat Nasional

Penghargaan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim, resmi dimulai dan diberlakukan terhadap santri baru dan santri lama tahun Akademik 2019/2020.

Adapun bentuk penghargaan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 15 Juz mutqin, akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 50%
  2. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 20 Juz mutqin akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 75%
  3. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 30 Juz mutqin dan lulus akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 100%

Hafizh al-Quran yang mutqin adalah hapalan kuat melekat dan benar. Predikat hafalan yang mutqin memerlukan usaha yang intensif (berkelanjutan), tak cukup hanya sekedar hafal dari juz pertama sampai juz akhir saja. Selain itu, predikat mutqin adalah hapalan yang dihadapkan langsung ke pimpinan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim

Adapun penghargaan terhadap santri Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim juara 1 dan 2 MTQ, STQ, MHQ tingkat provinsi, berupa discount uang pangkal infaq pembangunan discount 50% dan infaq bulanan Santri (IBS) discount 25%

PT Semen Tonasa Memberikan Bonus pada Santri Juara STQN 2019

Hadir pada acara pengajian dan doa bersama menyambut santri baru Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-Imam Ashim di aula kampus II Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, (Rabu 17 Juli 2019), PT Semen Tonasa melalui perwakilannya memberikan bonus kepada Juara Hifzhil Quran 20 Jus pada STQN di Pontianak Kalimantan Barat lalu.

Baca: Santri Pondok Pesantren al-Imam Ashim Juara STQN 2019

Acara yang bertajuk memupuk akhlakul karimah para santri selain dihadiri ratusan santri dan orangtua santri, hadir pula ketua MUI Sulawesi Selatan, Anre Gurutta KH. Sanusi Baco.

Acara diisi pembacaan ayat suci al-Quran, oleh qari terbaik pertama Internasional Makkah Saudi Arabia, 1982, H. Hasan Basri. Selain itu shalawat mengiringi acara yang dilantunkan santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-Imam Ashim.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, H. Syam Amir al-hafizh, memberikan motivasi kepada santri baru dengan memperkenalkan santri yang berprestasi. Selain itu, dia mengatakan bahwa para santri kita harapkan menjadi penyejuk bagi masyarakat sekaligus Penerus para ulama.

Pengajian & Doa Orangtua dan Santri Baru PPTQ al-Imam Ashim 2019/2020

Acara pengajian dan doa bersama menyambut santri baru Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim di aula kampus II Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, berlangsung khidmat  (Rabu 17 Juli 2019).

Hadir di tengah tengah ratusan santri dan orangtua santri, ketua MUI Sulawesi Selatan, Anre Gurutta KH. Sanusi Baco.

Acara diisi pembacaan ayat suci al-Quran, oleh qari terbaik pertama Internasional Makkah Saudi Arabia, 1982, H. Hasan Basri. Selain itu shalawat mengiringi acara yang dilantunkan santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, H. Syam Amir al-hafizh mengatakan bahwa para santri kita harapkan menjadi penyejuk bagi masyarakat sekaligus
Penerus para ulama.

Santri PPTQ al-Imam Ashim Juara di STQN XXV 2019

Satu lagi santri Pondok pesantren Tahfizh al-Quran al-Imam Ashim menorehkan prestasi gemilang pada Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXV 2019 di Pontianak Kalimantan Barat.

Mewakili Sulawesi Selatan, Jabal Nur, santri kelahiran Makassar, 28 juni 2001 berhasil meraih juara II cabang Hifzil Quran 20 Juz

Menurut pelatih Tahfizh kontingen Sulawesi Selatan, Husain, “Sebenarnya dari tiga finalis yang tampil yakni peserta asal Provinsi Banten, Jambi dan Sulawesi Selatan, Santri yang beralamat di Kaccia ini kualitas penampilannya sama dengan yang meraih juara I. Hanya saja sedikit beda irama.”

Jabal Nur sendiri adalah juara terbaik I pada STQ Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Tana Toraja beberapa waktu lalu. Anak dari Hasir ini telah mengkhatamkan hapalan al-Quran nya di Pondok Pesantren tahfizhul Quran al-Imam Ashim

Terbatas! PPTQ al-Imam Ashim Hanya Menerima 100 Santri Baru

Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) al-Imam Ashim telah membuka pendaftaran santri Gelombang pertama, Senin (18/2/2019). Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Uts. H. Jayadi Amir mengungkapkan bahwa gelombang pertama telah dibuka. “Mulai tanggal 16 Februari sampai tanggal 20 April Gelombang pertama penerimaan santri telah kami buka.” Ungkapnya.

“Pengumuman Hasil Tesnya sesuai jadwal tanggal 28 April, sedangkan gelombang kedua akan dibuka lagi nantinya di bulan Mei.” tambahnya. Pondok pesantren yang berlokasi di jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara tersebut menerima santri Tsanawiyah dan santri Aliyah. “Kami harapkan kepada santri yang berminat masuk pesantren agar menyegerakan mendaftar karena tahun ini kami hanya menerima 100 santri.” Ungkitnya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa keterbatasan tersebut karena pembangunan asrama. “Kami saat ini hanya menerima santri. Hanya satu kelas untuk tingkatan Aliyah dan dua kelas untuk tingkatan Tsanawayiah.” jelasnya. Dipaparkan pula bahwa santriwati belum dapat diterima tahun ini karena pembangunan asrama untuk santriwati belum selesai. “Semoga tahun depan santriwati pun dapat melanjutkan sekolahnya di sini”. Ujarnya.

Dengan visi pesantren yang mencetak hamalatul Qur’an lafzhan wa ma’nan wa ‘amalan (mencetak para pemikul Kemuliaan al-Quran baik secara lafadz, makna dan pengamalan) H. Jayadi berharap santri yang mendaftar dapat dengan giat memaksimalkan potensinya untuk kemuliaan al-Quran