Arsip Tag: Puasa

Sahur Bersama Puasa Sunnah 9 Zulhijjah di PPTQ al-Imam Ashim

Semua orang tua tentu mempunyai maksud agar anak generasinya menjadi anak yang saleh, tidak ada guru yang ingin anak muridnya menjadi tidak baik, tidak ada kyai yang ingin santrinya menjadi santri yang tidak alim. Proses yang ditempuh untuk mewujudkan dan mengusahakan niat yang baik itu beragam dan bagi anak atau santri terbilang susah.

Seperti halnya PPTQ al-Imam Ashim yang melatih para santri berpuasa termasuk puasa sunnah Arafah 9 Zulhijjah. Sebagai bentuk pembiasaan, santri diminta berpuasa pada hari itu dan melaksanakan sahur berjamaah pada malam harinya. Seluruh santri mengikuti sahur bersama duduk berdampingan satu sama lain meski masih berwajah ngantuk.

Dari sisi hukum syariah, anak yang belum baligh (dewasa) tidak ada kewajiban puasa apalagi puasa sunnah. Namun bagi orang tua dan guru hendaknya melatih mereka untuk berpuasa supaya kelak menjadi terbiasa melakukan puasa. Hal yang demikian ini telah berlaku di zaman Nabi Saw. Rubayyi’ binti Mu’awwidz berkata: Nabi Saw bersabda:

مَنْ كَانَ أَصبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِه فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ ذلِكَ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ، وَنَذْهَبَ إِلَى المَسْجِدِ فَنَجْعَلَ لَهُمُ اللَّعْبَةَ مِنَ العِهْنِ. فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُم مِنَ الطَّعَامِ، أَعْطَيْنَاهُ إِيَاهُ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

“Barangsiapa pada pagi hari-nya berpuasa, maka hendaklah menyempurnakan puasanya. Barangsiapa pada pagi hari-nya telah makan, maka hendaklah ia berpuasa pada sisa waktunya. Oleh karena itu, setelah kejadian itu kami berpuasa dan kami ajak anak-anak kecil kami ikut berpuasa dan kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan mereka mainan dari bulu. Jika di antara mereka itu ada yang menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya, sehingga sampailah waktu berbuka tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang ingin dibentuk oleh para pembina PPTQ al-Imam Ashim adalah menggapai keberkahan dalam karakter kebersamaan yang terwujud pada sahur dan puasa bersama tersebut, dan hal itu memerlukan pembiasaan.