Memperingati HUT RI ke-74 Melalui Simaa’an al-Quran

Ada banyak cara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia. Yang paling umum dan formal adalah upacara pengibaran bendera tepat pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Sebagai lembaga pendidikan Pondok Pesantren Tahfizh al-Quran, PPTQ Imam Ashim, pun melaksanakan Upacara pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus 2019, pagi.

Selain Upacara pengibaran bendera merah putih, PPTQ al-Imam Ashim juga mengadakan Simaa’an al-Quran PPTQ al-Imam Ashim (Semaan) yang dimulai sejak malam tanggal 17 Agustus 2019.  Simaa’an al-Quran adalah istilah pada kegiatan mendengarkan hapalan al-Quran dari sejumlah orang yang membaca al-Quran dengan cara menghafalnya.

Acara Simaa’an al-Quran PPTQ al-Imam Ashim dilaksanakan di tiga titik secara bersamaan, yaitu kampus I Tidung Mariolo, Kampus II dan Kampus Putri Skarda. Pembaca dengan menghapal dilaksanakan oleh pembina dan penyimak oleh para santri PPTQ al-Imam Ashim.

Adapun para pembaca (dengan menghapal) adalah sebagai berikut:

Juz 1: Raihan adiputra
Juz 2: Raihan Fahrezi
Juz 3: Yusuf Lahamuddin
Juz 4: Fadhil Ramadhan
Juz 5: Lutfi BR
Juz 6: Aminul Mukminin
Juz 7: Rizkiullah
Juz 8: Yusuf Habibi
Juz 9: Mahmud
Juz 10: Ahmad Mutawakkil
Juz 11: Ust Syarif
Juz 12: Ust Syarif
Juz 13: Ust Syarif
Juz 14: Ust Syarif
Juz 15: Ust Humaidi Ali
Juz 16: Ust Humaidi Ali
Juz 17: Ust Bahrul Ngulum
Juz 18: Ust Husein
Juz 19: Ust Jabal Nur
Juz 20: Ust Jabal Nur
Juz 21: Ust Muharram
Juz 22: Ust Muharram
Juz 23: Ust Muharram
Juz 24: Ust Muharram
Juz 25: Ust Zainal
Juz 26: Ust Zainal
Juz 27: Ust Hizbullah
Juz 28: Ust Hizbullah
Juz 29: Ust Azhar
Juz 30: Ust Azhar

Menurut kordinator acara, “Simaa’an al-Quran ini, selain dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 tahun 2019, acara Simaa’an al-Quran PPTQ al-Imam Ashim ini bertujuan menjaga hapalan sekaligus menjaga tradisi yang sudah lama berkembang di pondok pesantren NU.”

Perdana, Masjid Syakila al-Safwa Tempat Shalat Ied

Pertama kali sejak berdirinya, Masjid Syakila al-Safwa PPTQ al-imam Ashim menjadi tempat shalat idul Adha (Ahad, 11 Agustus, 2019), 1440 Hijriyah.

Sejak dini hari, Masjid lantai dua yang berlokasi pas di tengah-tengah pondok sudah dipenuhi jamaah yang terdiri dari santri, pembina PPTQ al-imam Ashim bersama keluarga, dan masyarakat sekitar.

Menarik, pertama, karena keberadaan santri yang tidak diliburkan pada hari raya idul Adha tahun ini. Kedua, seluruh santri hadir memeriahkan rangkaian Idul Adha sejak malam hari dengan takbir dan dengan pakaian/ jubah putih-putih.

Bertindak selaku khatib sekaligus imam shalat Ied, adalah pengasuh PPTQ al-imam Ashim, KH. Syam Amir Yunus al-Hafizh. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan cinta tanah air sebagai manifestasi dari buah keimanan sesorang. Dalam kisah Qabil dan Habil sebagai contoh kurban yg di sertai nafsu. Semoga santri tidak meniru karakter Qabil tapi meniru karakter Ismail as.

Sahur Bersama Puasa Sunnah 9 Zulhijjah di PPTQ al-Imam Ashim

Semua orang tua tentu mempunyai maksud agar anak generasinya menjadi anak yang saleh, tidak ada guru yang ingin anak muridnya menjadi tidak baik, tidak ada kyai yang ingin santrinya menjadi santri yang tidak alim. Proses yang ditempuh untuk mewujudkan dan mengusahakan niat yang baik itu beragam dan bagi anak atau santri terbilang susah.

Seperti halnya PPTQ al-Imam Ashim yang melatih para santri berpuasa termasuk puasa sunnah Arafah 9 Zulhijjah. Sebagai bentuk pembiasaan, santri diminta berpuasa pada hari itu dan melaksanakan sahur berjamaah pada malam harinya. Seluruh santri mengikuti sahur bersama duduk berdampingan satu sama lain meski masih berwajah ngantuk.

Dari sisi hukum syariah, anak yang belum baligh (dewasa) tidak ada kewajiban puasa apalagi puasa sunnah. Namun bagi orang tua dan guru hendaknya melatih mereka untuk berpuasa supaya kelak menjadi terbiasa melakukan puasa. Hal yang demikian ini telah berlaku di zaman Nabi Saw. Rubayyi’ binti Mu’awwidz berkata: Nabi Saw bersabda:

مَنْ كَانَ أَصبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِه فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ ذلِكَ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ، وَنَذْهَبَ إِلَى المَسْجِدِ فَنَجْعَلَ لَهُمُ اللَّعْبَةَ مِنَ العِهْنِ. فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُم مِنَ الطَّعَامِ، أَعْطَيْنَاهُ إِيَاهُ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

“Barangsiapa pada pagi hari-nya berpuasa, maka hendaklah menyempurnakan puasanya. Barangsiapa pada pagi hari-nya telah makan, maka hendaklah ia berpuasa pada sisa waktunya. Oleh karena itu, setelah kejadian itu kami berpuasa dan kami ajak anak-anak kecil kami ikut berpuasa dan kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan mereka mainan dari bulu. Jika di antara mereka itu ada yang menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya, sehingga sampailah waktu berbuka tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang ingin dibentuk oleh para pembina PPTQ al-Imam Ashim adalah menggapai keberkahan dalam karakter kebersamaan yang terwujud pada sahur dan puasa bersama tersebut, dan hal itu memerlukan pembiasaan.

Wetonan (Mangaji Tudang) di PPTQ al-Imam Ashim

Selain hapalan dan pengetahuan terkait al-Quran, para santri PPTQ al-Imam Ashim baik kampus I dan II dibekali dengan pengetahuan tafsir dan hadis melalui pengajian rutin kitab Tafsir Jalalain, kitab tafsir masyhur karya Jalaluddin al-Mahalli pada tahun 1459, dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi pada tahun 1505. Demikian pula kitab Hadis Riyadh al-Shalihin karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawy.

Pengajian dilaksanakan setiap malam kamis selepas shalat Maghrib dan diikuti oleh seluruh santri PPTQ al-Imam Ashim masing di kampus I dan II. Untuk pengajian kitab Tafsir dipandu oleh Dr. Zakir Husain, LC, MA, peraih gelar Doktor Summa Cum Laude di Universitas al-Azhar bidang studi al-Quran hanya dengan dua setengah tahun. Sedangkan kitab hadis dipandu oleh KH. Syamsuri Jufri, MA.

Metode pengajian Kitab tafsir dan Hadis ini, yaitu Wetonan atau dikenal dengan istilah Mengaji Tudang. Metode ini umumnya digunakan oleh kiyai sepuh dan pesantren NU sejak lama.

 

Supervisi MTS dan MA PPTQ al-Imam Ashim

Supervisi Kementerian Agama Kota Makassar atas MTS dan MA pondok pesantren Tahfidz al-Quran al-Imam Ashim, Senin, 6 Agustus 2019.

Tujuan supervisi ini adalah membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang dicanangkan bagi murid-muridnya. Selain itu supervisi diselenggarakan dengan maksud untuk memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.

Lagi, Santri PPTQ al-Imam Ashim Juara Hifzhil Quran Nasional

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional XVI diselenggarakan tanggal 28 Juli s.d. 4 Agustus 2019 lalu yang berlangsung di Provinsi Banda Aceh. MTQ Mahasiswa Nasional XVI dilaksanakan di Kampus Universitas Syiah Kuala selaku tuan rumah.

Pada MTQ Mahasiswa Nasional 2019, ada 16 cabang yang dilombakan, termasuk Musabaqah Hifzhil Quran. Untuk kategori Hifzhil Quran sendiri terdiri dari  5 juz (HQ5) adalah lomba hafalan al-Quran 5 juz (juz 1 s.d. juz 5), Musabaqah Hifzhil Quran 10 Juz (HQ10) adalah lomba hafalan al-Quran 10 juz (juz 1 s.d. juz 10), Musabaqah Hifzhil Quran 20 Juz (HQ20) adalah lomba hafalan al-Quran 20 juz (juz 1 s.d. juz 20), Musabaqah Hifzhil Quran 30 Juz (HQ30) adalah lomba hafalan al-Quran 30 juz (juz 1 s.d. juz 30).

Kegiatan ini diikuti 2.500 peserta dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Untuk Sulawesi Selatan sendiri, dua dari sekian banyak peserta kafilah Sulawesi Selatan, Muh. Syukran  dan Farid Zakaria yang merupakan santri di Pondok Tahfizh al-Quran al-Imam Ashim berhasil meraih juara harapan III. Keduanya masing-masing peserta cabang 20 juz dan tartil. Muh. Syukran dan Farid Zakaria merupakan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia.

Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional XVI tahun 2019 dengan tema MTQMN sebagai penguat ukhuwah islamiyah dalam membentuk generasi muda qurani menuju indonesia Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Musabaqah ini diharapkan akan terjalin Ukhuwah Islamiyah yang lebih kuat, sehingga dapat menjadi sarana dalam membentuk mahasiswa sebagai generasi muda yang selalu berpedoman kepada tuntunan yang ada dalam al-Quran

Pelatihan Tilawah PPTQ al-Imam Ashim

Pondok pesantren Tahfizh al-Quran (PPTQ) al-Imam Ashim kampus II melaksanakan kegiatan extra, yaitu kegiatan yang terkait dengan Qiraat al-Quran di luar pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, yaitu pelatihan tilawah al-Quran setiap selasa sore.

Tilawah al-Quran yang dimaksud, yaitu membaca al-Quran dengan langgam, irama dan nada tertentu seperti yang umum diperlombakan pada kegiatan musabaqah al-Quran. Karena tidak semua anak meski mahir membaca al-Quran namun belum tentu bisa dengan tilawah.

Pelatihan tilawah al-Quran tersebut dilaksanakan di masjid PPTQ al-Imam Ashim kampus II Makassar setiap hari selasa selepas shalat Ashar berjamaah dan diikuti oleh seluruh santri untuk semua tingkatan.


Tak tanggung-tanggung pihak PPTQ al-Imam Ashim mendatngkan pelatih yang merupakan juara Internasional dan sepuh Qari Nasional, ustad H. Hasan Basri. Pernah juara Internasional tahun 1982, pelatih ini juga kerap menjadi dewan hakim Nasional pada musabaqah maupun seleksi tilawah al-Quran tingkat Nasional.

Penghargaan PPTQ al-Imam Ashim Terhadap Santri Berprestasi

Sebagai wujud penghargaan dan motivasi terhadap santri Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim memberikan penghargaan terhadap santri berprestasi, baik berprestasi dalam bidang akademik, maupun prestasi juara pada lomba Hifzhil Quran tingkat Provinsi maupun Tingkat Nasional

Penghargaan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim, resmi dimulai dan diberlakukan terhadap santri baru dan santri lama tahun Akademik 2019/2020.

Adapun bentuk penghargaan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 15 Juz mutqin, akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 50%
  2. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 20 Juz mutqin akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 75%
  3. Bagi santri yang sudah Hafizh al-Quran 30 Juz mutqin dan lulus akan mendapatkan discount infaq bulanan santri (IBS) sebesar 100%

Hafizh al-Quran yang mutqin adalah hapalan kuat melekat dan benar. Predikat hafalan yang mutqin memerlukan usaha yang intensif (berkelanjutan), tak cukup hanya sekedar hafal dari juz pertama sampai juz akhir saja. Selain itu, predikat mutqin adalah hapalan yang dihadapkan langsung ke pimpinan Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim

Adapun penghargaan terhadap santri Pondok Pesantren tahfizh al-Quran al-Imam Ashim juara 1 dan 2 MTQ, STQ, MHQ tingkat provinsi, berupa discount uang pangkal infaq pembangunan discount 50% dan infaq bulanan Santri (IBS) discount 25%

6 Santri PPTQ al-Imam Ashim Juara di Seleksi MHQ Darunnajah

Bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Yayasan Pendidikan al-Quran Hamad bin Khalid bin Ahmad al-Thani, Qatar, Pondok Pesantren Darunnajah, mengadakan kompetisi internasional Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ) Tingkat ASEAN. Acara yang pelaksanaannya menginjak tahun ke-5 ini diikuti oleh pesantren-pesantren se-Indonesia dan Asia Tenggara.

Sebelum ke tingkat ASEAN terlebih dahulu dilaksanakan seleksi MHQ yang dilangsungkan di 14 wilayah se-Indonesia. Salah satunya di Bone, Sulawesi Selatan. Wilayah pemilihan meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Seleksi MHQ wilayah Sulawesi berlangsung pada 16-18 Juli 2019, bertempat di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Darul Abror, Bone, salah satu pesantren tahfidz di pulau Sulawesi.

Kategori yang diperlombakan adalah golongan 30 juz, 25 juz, 20 juz, 20 juz, 15 juz, 10 juz, dan 5 juz baik putra maupun putri. Selain itu MHQ menjalin ukhuwah Islamiyah antar pesantren di Indonesia dan beberapa Negara ASEAN, acara tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan memacu semangat menghafal al-Quran di masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan Islam.

Hasil lomba telah diumumkan, dan 6 santri Pondok Pesantren Tahfizh al-Quran al-Imam Ashim berhasil menorehkan juara pada kategori lomba 10 Juz, 15 juz, 20 juz, 25 juz dan 30 juz. Adapun rinciannya sebagai berikut: Juara terbaik pertama 15 juz putera, juara terbaik pertama 15 juz puteri, juara terbaik pertama 25 juz putera, juara terbaik pertama 30 juz putera, juara terbaik kedua untuk 20 juz puteri. dan juara terbaik kedua untuk 10 juz putera

PT Semen Tonasa Memberikan Bonus pada Santri Juara STQN 2019

Hadir pada acara pengajian dan doa bersama menyambut santri baru Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-Imam Ashim di aula kampus II Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, (Rabu 17 Juli 2019), PT Semen Tonasa melalui perwakilannya memberikan bonus kepada Juara Hifzhil Quran 20 Jus pada STQN di Pontianak Kalimantan Barat lalu.

Baca: Santri Pondok Pesantren al-Imam Ashim Juara STQN 2019

Acara yang bertajuk memupuk akhlakul karimah para santri selain dihadiri ratusan santri dan orangtua santri, hadir pula ketua MUI Sulawesi Selatan, Anre Gurutta KH. Sanusi Baco.

Acara diisi pembacaan ayat suci al-Quran, oleh qari terbaik pertama Internasional Makkah Saudi Arabia, 1982, H. Hasan Basri. Selain itu shalawat mengiringi acara yang dilantunkan santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-Imam Ashim.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran al-imam Ashim, H. Syam Amir al-hafizh, memberikan motivasi kepada santri baru dengan memperkenalkan santri yang berprestasi. Selain itu, dia mengatakan bahwa para santri kita harapkan menjadi penyejuk bagi masyarakat sekaligus Penerus para ulama.